Cara Memotong Bawang Tanpa Menangis

 

Cara Memotong Bawang Tanpa Menangis

Emang masih musim nangis di depan mertua karena bawang?

Gak gak, bercanda (bersyandahh)….

                Jadi aku mau kasi tips anti nangis saat memotong shallot (bawang merah), ini akan jadi tips yang berguna banget, jadi save dulu supaya gak lupa! Tapi sebelumnya, pertama-tama kita harus cari tau dulu apa sih yang membuat kita menangis saat memotong bawang?

                Jadi gini, bayangin kamu adalah seorang kaya raya yang memiliki banyak harta. Tapi tiba-tiba, semua harta kamu mau diambil sama seseorang. Kamu mungkin bakalan marah kan? Atau bahkan kamu akan membawa semua ini ke ranah hukum, sebagai bentuk perlindungan diri kamu.

                Nah begitu pula dengan bawang, khususnya yang akan kita bahas kali ini adalah Bawang Merah atau dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Shallot dengan nama ilmiah Allium ascalonicum Linn. Shallot ini memiliki berbagai kandungan yang dapat berfungsi seperti antimikroba, antivirus, antioksidan, anti kanker, anti-inflamasi dan antifungal. Nah, ketika dia dipotong, diremas, dihancurkan atau diapapun itu yang menyebabkan terjadinya “kerusakan pada bawang” tersebut, dia akan merasa dirinya sedang dalam ancaman. Karena dia terancam, pastinya dia akan membela diri dong? Nah bentuk pembelaan dirinya itu adalah dengan cara mensintesis zat S-propenil-L-sistein sulfoksida sehingga menghasilkan Propanethial-S-oxide. Zat tersebut adalah senyawa volatile yaitu mudah menguap di udara sehingga akan mengenai mata dan membuat mata teriritasi. Salah satu bentuk perlindungan mata adalah dengan cara mengeluarkan air mata.

            Dibawah ini adalah proses sintesis propanethial S-oxide. (kalau kamu bingung mengenai proses kimia ini bisa langsung lanjut baca disini).

1. S-1-propenyl-L-cysteine sulfoxide

·         Ini adalah senyawa asam amino sulfur yang secara alami ada dalam sel bawang.

·         Tidak berbahaya saat dalam kondisi utuh.

·         Ini adalah prekursor utama dari zat penyebab iritasi mata.

2. Enzim Alliinase

·         Enzim ini aktif saat bawang dipotong atau dihancurkan, karena sel-sel bawang pecah.

·         Enzim ini memecah senyawa S-1-propenyl-L-cysteine sulfoxide dan mengubahnya menjadi senyawa volatile (mudah menguap) yaitu 1-propenyl sulfenic acid.

3. Lachrymatory Factor Synthase (LFS)

·         Enzim yang bertanggung jawab untuk mengubah 1-propenyl sulfenic acid menjadi syn-Propanethial-S-oxide (zat yang menyebabkan mata berair).

3

            Figure 2. The lachrymal response (Tiwari, S., Ali, M.J., and Vemuganti, G.K. (2014)/ScienceDirect)

Propanethial-S-oxide akan menguap di udara dan bereaksi dengan kelembaban mata kita yang akan memberikan rasa terbakar. Nah, karena ujung-ujung saraf di mata kita sangat sensitif sehingga akan memberitahukan ke otak dan otak akan bereaksi dengan memberi tahu saluran air mata kita agar memproduksi lebih banyak air dengan tujuan mengencerkan asam sulfenat yang mengiritasi. Jadi keluarnya air mata saat memotong bawang adalah salah satu bentuk respon untuk melindungi mata kita loh!

Jadi, apasih yang bisa kita lakukan supaya gas nya gak nyampe ke mata? Alias supaya kita gak nangis saat memotong bawang?

                Jadi biang kerok yang membuat kita nangis itu adalah Propanethial-S-oxide, Supaya dia ga nyampe ke mata kita, maka kita harus mengubah wujud zatnya dong? Setuju gak? Jadi supaya wujud zatnya berubah dari gas à bukan gas suhunya harus kita turunin, gimana caranya? Yaitu menurunkan suhunya, karena saat kita menurunkan suhu maka tekanan uapnya juga akan turun, sehingga menghambat gas tersebut untuk menguap.

1.      Masukkan Bawang ke Freezer Selama 10 Menit

Kamu bisa banget mencegah si gas penyebab kamu menangis tadi supaya gak nyampe ke mata kamu, yaitu dengan cara memasukkannya ke dalam kulkas. Tapi, jangan kelamaan ya, nanti bawang kamu bisa bonyok, dan harus kamu potong segera saat dikeluarkan dari kulkas.

2.      Memotong Bawang di Dalam Air
Ini memang kedengaran agak messy, tapi ini works loh! Karena gas yang keluar akan bereaksi dengan air tanpa akan sampai ke matamu dan membuat matamu berair.

3.      Gunakan Kipas Angin

Salah satu cara agar gas penyebab kamu nangis itu gak sampai ke mata kamu adalah dengan “mengusir” gas nya menggunakan kipas angin, tapi ingat ya, jangan sampai arah kipasnya malah mengarahkan gas nya ke arah kamu!!!

4.      Menggunakan Kacamata Renang

Ini paling works sih karena nge block celah si gas untuk masuk ke mata kamu, walaupun terkesan agak lebay, tapi jika kamu memotong bawang dalam jumlah banyak, gapapa kok untuk menggunakan kacamata renang tersebut :D.

                Kalau kamu terbiasa memasak dengan bawang-bawangan mungkin kamu sadar bahwa bawang merah dapat menyebabkan keluarnya air mata lebih banyak dibandingkan dengan bawang lainnya. Hal ini diakibatkan kandungan enzim yang terlibat dalam pembentukan propanethial-S-oxide pada jenis bawang lainnya memiliki kadar yang jauh lebih rendah

                Tapi, walaupun si bawang-bawang ini suka buat kamu menangis, dia itu worth it banget loh! Soalnya, zat yang bikin kita nangis itu sebenernya punya fungsi penting buat si bawang sendiri yaitu semacam mekanisme perlindungan diri dari predator yang pengen ‘makan’ dia. Selain itu, zat ini juga punya sifat antibakteri dan antijamur, jadi walaupun bikin perih di mata, dia juga punya manfaat.

                Menariknya, dulu bawang juga sempat dipakai buat pengobatan. Contohnya, di zaman Perang Saudara Amerika, jus bawang digunakan untuk mengobati luka tembak. Bahkan di era Romawi Kuno, Pliny the Elder pernah nyaranin bawang buat mengatasi berbagai masalah mulai dari gigitan anjing sampai sariawan, yaaa meskipun beberapa caranya agak meragukan, kayak nyuruh orang ngeluarin air mata supaya matanya "bersih". Agak ekstrem sih, tapi tetap menarik buat diketahui.

                Sekarang, manfaat bawang lebih sering dikaitkan dengan kandungan gizinya. Bawang dikenal punya senyawa sulfur yang bisa membantu menangkal penyakit seperti kanker, asma, penyakit jantung, sampai diabetes. Tapi ternyata, kandungan sulfur ini bisa beda-beda tergantung tanah tempat bawangnya tumbuh. Jadi gak heran kalau ada bawang yang rasanya lebih kuat dan ada juga yang lebih mild.

                Bahkan, di tahun 2015 para peneliti berhasil mengembangkan bawang yang kadar zat penyebab nangisnya jauh lebih rendah yaitu hingga 7,5 kali lebih sedikit. Hasilnya? Gak bikin nangis, tapi rasa bawangnya tetap kuat. Jadi bisa dibilang, ini solusi ideal buat kamu yang suka masak menggunakan bawang tapi gak mau ada tangisan lagi, wkwk.

 

Source :

1.      https://www.loc.gov/everyday-mysteries/food-and-nutrition/item/why-does-chopping-an-onion-make-you-cry/#:~:text=The%20unstable%20sulfenic%20acid%20rearranges,irritated%20and%20produces%20the%20tears!

2.      https://www.eatingwell.com/the-surprising-reason-onions-make-you-cry-8732827#:~:text=Onions%2C%20in%20particular%2C%20produce%20a,breaks%20down%20into%20hydrogen%20sulfide%2C

3.      https://www.chemistryworld.com/podcasts/propanethial-s-oxide-how-chopping-onions-makes-you-cry/3009790.article

4.      https://scienceandfooducla.wordpress.com/2017/06/06/why-do-onions-make-us-cry/

5.      Roy, Sanjay. 2016. Chemistry in our daily life: Preliminary information. West Bengal, India. International Journal of Home Science; 2(3): 361-366

6.      https://www.researchgate.net/publication/354486734_EVALUATION_OF_ANTIOXIDANT_AND_ANTIFUNGAL_PROPERTIES_OF_PALU_SHALLOT_Allium_ascalonicum_L_VAR_Aggregatum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Memiliki Pilihan Adalah Privilage

Mumet terus? Padahal Ga Ada Masalah? Mungkin Ini Penyebabnya

Percaya Diri untuk Dirimu Sendiri