Percaya Diri untuk Dirimu Sendiri
Percaya Diri untuk Dirimu Sendiri
Semua orang yang sukses di dunia ini pasti memiliki kepercayaan diri. Karena dalam perjuangan, ada kalanya tak ada orang yang mempercayai kita, tapi bagaimana kita dapat tetap berjuang jika kita sendiri tak memiliki kepercayaan diri.
Percaya diri itu untuk dirimu sendiri bukan orang lain..
Mungkin seringkali kamu mendapatkan perlakuan yang semena-mena, menyakitkan dan membuatmu sedih sehingga kamu kehilangan kepercayaan diri. Namun, bangunlah lagi kepercayaan diri itu. Karena walaupun kamu memiliki 1 karung bakat tapi tak memiliki kepercayaan diri maka itu akan sia-sia.
Lantas, bagaimana untuk membangun kepercayaan diri kembali...
Yang pertama berhentilah untuk fokus terhadap orang-orang yang tak menyukaimu. Dalam buku The Courage to Be Disliked menyebutkan bahwa manusia cenderung untuk melihat hal yang tidak penting. Misalnya dalam satu komunitas ada 20 orang, pada komunitas itu ada 1 orang yang tak menyukaimu, ada 5 orang yang menjadi teman dekatmu dan 14 orang lainnya tidak masuk dalam kedua kategori tersebut. Untuk maju kedepan atau menyampaikan argumentasi mungkin kamu selalu mempertimbangkan bagaimana pikiran orang yang tidak menyukaimu itu terhadap hal-hal yang kamu sampaikan, padahal orang tersebut hanya 1 dan masih banyak orang yang mau mendengarkan dan menerima apa yang akan kamu sampaikan.
Ingatlah kamu tidak akan menjadi bebas dan berani apalagi berhasil jika kamu masih takut untuk maju di depan orang yang membenci atau menghujatmu.
Yang kedua, jika kamu merasa bahwa karyamu masih jelek atau merasa bahwa kamu tidak pantas menyampaikan suatu hal karena kamu merasa bahwa kamu tak cukup hebat dan masih banyak lagi orang yang lebih hebat. Maka kamu harus merubah pola pikirmu, berbicara didepan orang banyak, menyampaikan sebuah pesan lewat karyamu bukan berarti kamu lebih baik daripada orang yang mendengarkan. Bukan pula kamu sedang mengajari mereka, tapi bisa jadi pesan yang ingin kamu sampaikan belum pernah orang tersebut dapatkan atau jika pernah mereka dapatkan maka ini hanyalah sebagai pengingat. Dan dalam hal ini adalah proses belajar, anak SD belajar, mahasiswa belajar, dosen belajar, orang tua belajar bahkan presiden pun belajar, sehingga tak ada yang bisa menghindar dari sebuah kesalahan. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir kesalahan tersebut, misalnya melakukan riset sebelum menyampaikan sesuatu.
Yang ketiga, cobalah. Terkadang imajinasi kita terlalu berlebihan dan membuat kita overthinking duluan, padahal kenyataannya tidak semenyeramkan yang kita kira. Ingatlah tidak ada yang sempurna di dunia ini, sampai kapan kamu mau menunggu sempurna terlebih dahulu.
Tidakkah kamu sedih atau kasihan jika dirimu sendiri tak memiliki kepercayaan diri, lantas siapa yang akan percaya pada dirimu. Jika skill dan ilmu mu sangat baik, bukankah akan sangat disayangkan jika tidak memiliki kepercayaan diri.
Kalau masih berpikir "susah banget mau mulai untu percaya diri", hal yang harus kamu lakukan adalah melakukan sesuatu bukan karena kamu hebat, bukan karena kamu merasa paling terdepan tapi dedicate yourself to learn!. Niatkan percobaan kamu, usaha kamu, karya kamu, konten kamu atau apapun itu untuk belajar, dengan begitu selain kamu mendapatkan pengalaman kamu juga akan terus meng-upgrade diri dan mendapatkan ilmu.
Misalnya dalam kasus public speaking "Tapi aku gak terbiasa untuk berbicara didepan orang banyak". Pertanyaannya, tapi kamu ingin? kalau iya cari peluang sebanyak mungkin supaya kamu bisa berbicara didepan orang banyak. Cari kesempatan untuk bertanya saat ada seminar, ikut komunitas yang membiasakan kamu untuk ngomong didepan orang banyak, karena ala bisa karena biasa.
Jangan terlalu bertindak berdasarkan parameter penilaian orang lain, orang itu banyak tapi kamu cuma satu. Pemikirannya akan berbeda-beda, tapi pemikiran kamu untuk dirimu hanya satu. Esok lusa, kamu mati, orang lain masih hidup dan akan membicarakan orang lain lagi, kemudian kamu dilupakan. Akan sangat disayangkan jika kita tak berani maju dan memulai karena tak percaya diri. Hidup cuma sekali, muda cuma sekali. Aku dulunya sering mengalah sebelum bertarung dan itu membuatku sangat kesal dibandingkan kalah setelah bertarung. Kalah dan gagal setelah bertarung, kita akan mendapatkan pembelajaran, sedangkan kalah sebelum bertarung kita hanya dapat menerka-nerka dan tak pernah terjawab.
Focus on your track, not others. Kita mungkin sudah melewati banyak luka di masa lalu, tapi jadikan itu semua pembelajaran untuk saat ini. Kalau di dunia medis itu, ketika kita diberi yang namanya antibiotik, pasti dokter atau apoteker bilang "ini harus dihabiskan ya". Hal ini supaya bakteri yang menyebabkan penyakit itu dapat benar-benar mati, karena kalau tidak habis ditakutkan akan mengalami resistensi. Bakterinya udah tau gimana strategi obat tersebut untuk mematikan dirinya, sehingga ia akan bermutasi menjadi lebih kuat dan kebal terhadap antibiotik.
Nah seharusnya kita juga seperti bakteri. Kita kenali apa serangan yang membuat kita lemah, apa yang membuat kita merasa tidak percaya diri. Setelah itu kita atur strategi, kita berubah, kita kuatkan lagi bagian mana yang bisa kita tingkatkan, sehingga kita bisa kebal. Untuk menjadi kebal kita harus diserang. Jadi jangan takut untuk diserang, semakin kita percaya diri, semakin kita berani.
Trust yourself first, orang-orang akan ikut untuk percaya pada dirimu!
My Sincere Love
Komentar
Posting Komentar