Tak Memiliki Pilihan Adalah Privilage
I don’t know
what kind of this feeling? Apakah ini hampa? Bosan? Lelah? Sumpek? Ingin menyerah?
Aku tidak tau. Tapi rasanya kosong, ingin menyerah, bertanya, lelah, sedikit
keyakinan setelah keyakinan itu lenyap. Dan aku tidak tau.
Tapi yang aku
tau, kali ini aku tak boleh menyerah, karena memang tidak bisa. Aku tak punya
pilihan lain lagi selain maju, tapi ini adalah rasa yang sangat aku senangi,
karena aku tak memiliki banyak pilihan. Bagi sebagian orang memiliki banyak
pilihan adalah hal yang menyenangkan, begitu pula denganku. Tapi dengan banyaknya
pilihan entah itu hanya bayangan atau kenyataan, membuatku tidak bisa fokus
pada satu hal dan berujung tak bisa menggapai satupun apa yang aku mau.
Sebelumnya aku
berpikir bahwa aku bisa melakukan semua yang aku inginkan. Yaa memang benar aku
bisa. Tapi apakah tujuan dari semua itu bisa tercapai atau tidak? Belum ada
yang tau. Saking banyaknya pilihan, belum selesai 1 aku sudah memulai yang
lain, sehingga menghambatku untuk mencapai pada tujuan yang pertama, apalagi
tujuan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.
Menjadi tidak
memiliki banyak pilihan membuatku menjadi realistis, memahami pengorbanan,
menikmati proses dan terus tumbuh rasa yakin dan penuh harap yang juga dapat
membuatku semakin dekat pada Tuhanku.
Aku harap tak
memiliki pilihan ini justru menjadi awal mula atau bahkan tombak dari usahaku
saat ini agar bisa naik level ke selanjutnya. Walau di fase tak memiliki
pilihan ini aku merasakan kesepian, kadang juga tidak yakin dan ingin menyerah,
penuh tanya, harus mengandalkan diri sendiri walau padahal aku sangat ingin
ditemani, aku sangat berharap ini adalah pembelajaran yang dapat aku peroleh
seperti menghargai waktu kebersamaan dengan orang lain, menghargai dan memahami
perasaan orang lain, belajar ikhlas dan menyadari bahwa banyak sekali hal yang
di luar kendali dan aku harus menerima itu. Bukan karena aku orang yang mudah
menyerah, tapi aku memang lemah dan tak punya kendali untuk itu, maka aku harus
menyerahkannya ke yang Maha Kuat dan Yang Paling Berkuasa, yaitu Rabbku.
Mungkin prosesku
sangat lama dan tak secepat orang lain. dengan air mata yang terus mengalir
ini, aku harap kehadiranku di dunia ini dan usaha yang telah aku lakukan,
setidaknya dapat membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga aku tak membuat
seseorang menjadi insecure ataupun sedih karena keberadaanku.
Barangkali di
tahun ini harus sering menarik nafas dalam-dalam, memeluk diri sendiri,
menghibur diri sendiri, mengarungi dunia sendiri, tapi percayalah bahwa
sebenarnya kamu tak benar—benar sendiri. Mungkin bagi siapapun yang membaca
tulisan ini, ada menyimpan rasa sakit hati dengan orang tua, saudara, pasangan,
guru atau siapapun itu, atau bahkan merekalah penyebab dirimu bersedih, kita
tidak pernah tau barangkali mereka pernah mendoakan kebahagiaan kita diam-diam
atau merasa bersalah dan terus menyalahkan diri sendiri.
Mungkin ini
adalah nasihat yang klasik, yang tentunya sangat utama diperuntukkan diriku. Bersabarlah.
Kalau kata lagu idgitaf tuh “Hal Indah Butuh Waktu Untuk Datang”, dan
kadangkala dia akan datang dengan mengejutkan dan tanpa diduga-duga.
Banyak hal
yang tak bisa dipahami, tak bisa diungkapkan, tak bisa diterima. Tapi begitulah
hidup. Penuh teka teki dan penerimaan dengan ikhlas, karena sehebat apapun kamu,
sebaik apapun, sekaya apapun, sebanyak mana pun pendukungmu, kamu tetap akan diuji
kan? Dan itu bukan hanya terjadi pada kamu, tapi semua orang, yang berbeda
adalah kamu melihat kesedihanmu, namun kamu tak melihat kesedihan orang lain,
karena sebagian orang hebat dalam menyembunyikan kesedihannya, jadi jangan iri
kepada siapapun ya? Janji? PASTI AKAN ADA MASANYA UNTUK KAMU KOK. Sabar, hehe
maaf nasihat klasik lagi, tapi sebagai manusia setelah usaha yang banyak itu
kamu bisa apa? Tawakkal kan? Jika tidak berhasil? Ya sabar.
Kata-kata terakhir
yang mau aku bilang, percaya ya sama diri kamu, karena kalau bukan kamu yang
percaya, siapa lagi? Jangan berharap seorang pangeran atau putri akan datang
untuk membantumu. Sudah saatnya sadar ga ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri,
sehebat apapun orang yang bersamamu saat ini, kamu pasti akan ada merasa sedih,
marah, sakit hati dan lainnya, maka yang bisa diandalkan hanyalah dirimu sendiri
dengan bergantung pada Tuhanmu.
Untuk tahun
selanjutnya, bangkit ya. Gapapa jatuh, tapi harus bangkit lagi. Gapapa sedih
dan nangis terus, kan ada masa bahagia juga. Kalau bisa mulai list hal yang
membuat kamu bersyukur setiap harinya, agar kamu sadar bahwa hidup kamu
seberarti itu dan memang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata nilainya.
Salam hangat dari aku yang sangat menantikan kabar bahagia
di chapter selanjutnya untuk semua yang membaca ini.
Tulisan ini aku tulis di saat menunggu adzan isya (untuk pengingat jika aku membacanya kembali)
Komentar
Posting Komentar