Siapa yang Paling Terluka?
Siapa yang Paling Terluka?
Tadi aku sedang bercengkeramah
dengan beberapa orang sambil melakukan sebuah pekerjaan. Kebetulan pada malam
sebelumnya kami sedang memiliki acara yang membuat kami berkumpul dengan orang
yang lebih ramai dan memiliki lebih banyak peristiwa.
Saat kami berkumpul kami bercerita
megenai hal semalam. Salah satu orang menceritakan bahwa dirinya merasa kesal,
tidak dihargai dan mengatakan jika ada acara lagi nanti dia tidak akan datang.
Ternyata orang tersebut memiliki luka tersendiri akibat perkataan beberapa
orang yang ada disana. Bukan hanya karena acara malam itu, tapi sudah lama dan
sering ia tahan. Dalam sudut pandangnya ternyata ia terluka, ia merasa yang paling
tidak dihargai. Ia merasa bahwa orang-orang bisa berkata semaunya, tapi tanpa
orang lain sadari ia menyimpan dan mengingat semua perkataan yang menyakitkan
itu seumur hidupnya.
Saat aku mendengar hal tersebut
membuat aku semakin sadar bahwa yang terluka bukan hanya aku, tapi dia juga
merasakan hal yang sama, begitu juga orang lain.
Di waktu sebelumnya dan seringkali
aku merasa berkecil hati, sedih, kecewa dan merasa tidak dihargai oleh orang
yang kuceritakan sebelumnya. Itu hanyalah karena perkataannya, aku juga begitu,
berpikir bahwa ia bisa berkata semaunya, tapi aku merasa sakit hati dan akan ku
ingat seumur hidupku bahwa ia pernah menyakiti perasaanku.
Namun ternyata ini bukan hanya
sudut pandangku, tapi bisa jadi kamu yang sedang membaca ini juga pernah
memiliki sudut pandang yang sama, begitu juga orang lain, pernah merasa bahwa ia
yang paling dirugikan, merasa terluka oleh tingkah atau perkataan orang lain.
Dalam hidupku, aku bahkan pernah
berkata atas nasib yang menimpaku itu adalah kesedihan yang tak berujung. Sungguh,
sebenarnya yang lebih menyedihkan adalah caraku menanggapi luka itu, bukannya
ingin menyembuhkan, aku justru berusaha untuk membuat luka itu abadi dalam
hidupku.
Sekarang aku semakin sadar bahwa
memang terkadang tingkah seseorang atau perkataan seseorang membuat kita merasa
sakit hati, terluka dan sakit yang selalu membuat kita berkata “ kamu itu gak
paham rasanya”, “coba kamu yang ngerasain ini, belum tentu sekuat aku” dan
sebagainya….
Setelah dipikirkan kembali,
pikirkan berkali-kali, apakah sesakit itu? Apakah penting dan harus untuk
diingat seumur hidup?...
Dalam sudut pandangku aku lah
yang sedang terluka, namun dalam sudut pandang orang yang membuat luka itu, dia
lah yang sedang terluka dan baginya sakitku itu sama sekali tak seberapa…
Setelah dipikirkan kembali, kita
pun sering membuat luka pada orang lain. Baik dengan perkataan ataupun tingkah
laku. Namun mengapa kita begitu berusaha untuk mengingat luka yang orang lain berikan
pada kita, tanpa sadar bahwa kita pun penyebab luka pada orang lain…
Semua orang memiliki luka, tapi
mengapa ada yang tetap bisa bahkan berusaha sekeras mungkin untuk memaafkan? Ternyata
karena mereka sadar bahwa luka itu memang menyakitkan, tapi jika tidak kita
sendiri yang berusaha untuk memaafkan maka luka itu akan mudah membuat luka
lainnya, dan kita akan semakin kesakitan bahkan untuk menikmati kenikmatan hidup
yang ada didepan mata…
Kita harus menjaga mulut dan tingkah
laku agar tidak menyakiti seseorang, tapi sepandai-pandai kita menjaga diri, akan
ada orang yang merasa sakit karena kita, oleh karena itu kita tidak boleh
menyalahkan orang lain atas luka yang kita dapatkan. Karena kita juga harus
pandai menjaga pendengaran dan hati agar tidak mudah sakit hati namun juga
mudah untuk memaafkan.
Jadilah dan milikilah hati yang
tenang. Bukan karena kita baik, bukan pula karena kita suci, tapi ini adalah salah
satu ikhtiar untuk menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya. Adapun hati
yang tenang tidak sibuk dengan mengusik kehidupan orang lain, tapi sibuk
mengoreksi diri dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah.
Terimakasih telah membaca tulisan
ini. Tentu saja tulisan ini seharusnya menjadi pengingat untuk aku, tapi dengan
berbagi seperti ini semoga kamu yang sedang membaca ini juga mendapatkan
manfaatnya, serta dapat mengingatkan jika aku semakin jauh dan terus melukai
orang lain.
I'm waiting for your feedback
My Sincere Love
Komentar
Posting Komentar