Semua Orang Berpotensi untuk Berbuat Salah

SEMUA ORANG BERPOTENSI UNTUK BERBUAT SALAH

    Sejak bersosial media, orang-orang jadi lebih mudah untuk bersembunyi dan memalsukan identitasnya dengan menggunakan fake account untuk melihat atau bahkan menghina orang lain. Bahkan karena sangat mudah untuk menghina orang lain melalui sosial media, netizen Indonesia mendapatkan cap paling tidak sopan se-Asia tenggara.

    Saat ini, ketika kita melihat banyak sekali influencer atau artis yang memiliki masalah akan langsung diserang habis-habisan dengan kata-kata yang sangat menyeramkan. Gara-gara ini mungkin ada sebagian besar orang yang sebenernya opini dia tuh bener tapi karena dia liat di kolom komentar banyak orang yang gak sependapat jadinya takut bersuara, karena kalau beda pendapat sedikit saja kemungkinan besar akan langsung diserang. 

    Netizen saat menghina orang lain seperti gak akan dan tak pernah berbuat salah. Sebenarnya itu bisa jadi senjata agar orang-orang gak semena-mena di sosial media. Tapi yang aku ingin tekankan kita tetap harus memiliki adab dan tujuan yang baik jika memang ingin memberi tau. Tapi pertanyaannya apakah yang berkomentar bertujuan ingin memberi tau atau ingin membully?

    Aku ingin berpesan kalau semua orang itu berpotensi untuk berbuat salah. Kita bisa aja berada di tempat yang di mana saat ini kita benci banget sama kesalahan itu, tapi di masa depan bisa aja kita yang melakukan kesalahan itu. 

    Selain itu, pesan yang ingin aku sampaikan adalah seperti ini, ketika kita memiliki kuku yang panjang dan kotor yang akan kita bersihkan itu adalah kotorannya atau bahkan ketika kita tidak menyukai kuku yang panjang, kita akan memotong kukunya bukan tangannya. Jadi ketika orang memiliki kesalahan, yang harus kita benci itu bukanlah orangnya tapi adalah kesalahannya.

    Hal ini tidaklah semudah seperti saat membicarakannya, tapi ingatlah bahwa kita juga pernah berbuat salah dan kita akan terus berbuat salah. Tidak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Karena hidup itu kadang ada di atas dan kadang ada di bawah dan pada saat-saat itulah kita diuji.

    Mungkin kamu yang dulunya terbiasa dengan ekonomi yang rendah tiba-tiba menjadi orang yang kaya menjadi pejabat dan diuji apakah kamu akan jujur atau tidak. Atau kamu yang saat ini memiliki ekonomi yang sangat baik tiba-tiba menjadi orang yang tidak memiliki apa-apa saat itu kamu akan diuji apakah kamu akan mencuri atau tidak. 
 
    Di dalam hidup ini tidak ada yang namanya bebas dari masalah. Berhentilah untuk senang di atas penderitaan orang lain.    

    Aku ingin memberikan sebuah gambaran yang di mana ada seorang influencer yang disukai banyak sekali oleh pria. Dia cantik, imut, menarik perhatian para pria dan membuat wanita lain merasa iri. 

Tapi tiba-tiba si perempuan ini memiliki kasus yang membuat dia sangat banyak dibully. Nah ternyata perempuan-perempuan sebelumnya yang merasa iri menjadi merasa senang atas penderitaan yang dirasakan oleh influencer ini. Dia merasa senang karena ingin membuktikan kepada laki-laki bahwa orang yang cantik, imut dan menggemaskan yang seperti itu pun belum tentu baik. 

    Miris sekali, hal ini membuat kita merasa bahwa kita sudah benar. Padahal mau ada berapapun kasus seperti itu kalau pikiran laki-laki sudah seperti itu maka kamu tidak bisa mengubahnya dengan cara yang seperti itu juga. Kita seringkali berdiri dan menunjukkan kehebatan kita saat orang lain menderita, karena hanya itu yang dapat kita lakukan. Kita tak memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri, untuk bersinar tanpa mematikan cahaya orang lain.

    Bisa jadi dosa yang orang itu lakukan menjadi gugur akibat sikap kita yang nyinyir dan mempersalahkan kesalahannya. Padahal tanpa kita sadari dosa kita selalu bertambah akibat apa yang kita lakukan terhadap diri kita sendiri dan terhadap orang lain. 

Di sini aku tidak mengajari atau memberitahu tapi aku hanya ingin mengingatkan diriku sendiri dan aku harap ini juga bisa menjadi pengingat bagi teman-teman yang membaca blog pada hari ini.

My Sincere Love

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Memiliki Pilihan Adalah Privilage

Mumet terus? Padahal Ga Ada Masalah? Mungkin Ini Penyebabnya

Percaya Diri untuk Dirimu Sendiri