Menjadi Manusia

 Menjadi Manusia

Salah satu keberuntungan dalam menjadi manusia adalah diciptakan menjadi manusia. Tapi sebagai manusia kita terus memiliki permasalahan dan pertanyaan yang justru “mengapa manusia begini?”.

Manusia seringkali lupa untuk bersyukur, padahal jika dipikir berulang kali, pedihnya luka pun harus disyukuri. Manusia seringkali lupa, bahwa dirinya lemah. Akibatnya ia ingin mengatur segalanya dalam hidup hingga ia lupa kata berserah..

Manusia juga ingin menikmati indahnya bungat mawar, tapi tak bisa menerima tajamnya duri dari mawar. Manusia yang selalu merasa terluka padahal juga membuat luka pada dirinya hingga orang lain. Diciptakan menjadi manusia adalah hal yang perlu disyukuri, tapi mengapa manusia seringkali mengeluh dan bertanya apa yang harus ia syukuri dalam hidupnya…

Manusia seringkali berpikir bahwa ia memiliki kuasa, sehingga lupa pada hakikatnya bahwa ia lemah…

Dan jika tidak berserah, bagaimana manusia bisa tetap waras dan menerima segala yang terjadi dalam hidupnya?

Mengapa menjadi manusia adalah hal yang tidak mudah, karena begitulah istimewanya manusia. Hanya ia yang dapat berpikir, tapi entah mengapa ia terus berpikir pada hal yang membuatnya jauh kepada Allah. Manusia juga terus sadar dan mengingat hal yang membuat dirinya mengeluarkan air mata, tapi lantas mengapa ia selalu melupakan beribu tawa yang ia dapatkan dalam hidup.

Pada akhirnya, untuk menjadi manusia yang sebenarnya adalah menyadari bahwa dirinya penuh dengan kekurangan dan harus penuh dalam penghambaan.

Menjadi manusia juga ternyata penuh dengan ketakutan, takut akan masa depan, takut akan ditinggalkan, takut akan kemiskinan, takut jadi bahan hinaan. Padahal sebagai manusia seharusnya takut jika memiliki takut yang seperti itu, karena sebaik-baiknya takut hanyalah takut kepada Allah.

Manusia seringkali mengharapkan segala kebahagiaan pada dirinya, tapi entah mengapa ia selalu melanggar batas yang telah diberikan..

Wahai manusia, sungguh tidak ada hidup yang sempurna. Tak ada hidup yang lepas dari salah. Mustahil pula manusia yang bebas dari rasa sedih. Karena bagaimanapun rupa manusia, bagaimanapun anehnya manusia dipandangan manusia lain, sungguh anjingpun memiliki perasaan apalagi manusia…

Sungguh rasa sedih, luka dan kecewamu barangkali amat menyakitkan. Tapi janganlah membuat lautanmu sendiri kemudian menenggelamkan diri pada lautan itu. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, barangkali sesekali, berpikirlah sekali lagi. Apakah kita sudah berada di jalur yang benar? Apakah kita sudah menangis untuk hal yang benar? Karena jika semua itu sudah benar, bukankah air mata pun menjadi nikmat.

Ini hanyalah kata-kata yang tak tau arahnya kemana. Tapi dipenuhi dengan pertanyaan dan penyesalan karena telah menjadi manusia yang lupa bahwa dirinya lemah dan seringkali melanggar larangan. Penuh dengan air mata, tapi penuh pula dengan harapan agar Sang Pencipta mengampuni dan memberikan cintaNya.

 

Terimakasih telah membaca tulisan ini.

My Sincere Love

intanbinthohir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Memiliki Pilihan Adalah Privilage

Mumet terus? Padahal Ga Ada Masalah? Mungkin Ini Penyebabnya

Percaya Diri untuk Dirimu Sendiri