Keadaan yang Tak Diinginkan

    Keadaan yang Tak Diinginkan

    Kalau kata Helen Keller "Although the world is full of suffering, it is also full of overcoming it" insightnya adalah meskipun ada penderitaan di dunia ini, banyak orang telah berhasil mengatasi tantangan mereka.

    Dalam hidup, kita akan menjalani berbagai macam situasi, dari yang kita inginkan dan harapkan hingga situasi yang tak diinginkan yang membuat kita semakin tertekan untuk menghadapinya. Situasi itu berbeda-beda bagi setiap orang, ada yang mengalami sakit, tidak memiliki pekerjaan, selalu  direndahkan hingga merasa sedih karena tak ada seorang pun yang mendukung mimpinya.

    Semua situasi itu berada di luar kontrol kita. Masing-masing individu tentunya menginginkan situasi berjalan lancar yang sesuai dengan keinginannya. Tapi karena semuanya berada di luar kontrol, maka kita tidak bisa mengendalikan dan memastikan apa yang akan kita hadapi itu menjadi hal baik dan menyenangkan untuk kita.

    Aku pribadi tentu pernah menghadapi situasi seperti itu, merasa tidak memiliki kontribusi, dianggap remeh, tak ada yang mendukung bahkan hingga dijulidin sama orang lain. Aku yakin tentunya kamu juga pernah mengalami hal-hal seperti itu, entah kehabisan duit di kos, mau minta duit ga enak, atau bahkan sering dianggap remeh oleh orang lain. 

    Situasi seperti itu membuat kita menjadi sedih, marah atau bahkan rasanya itu tidak bisa diungkapkan, jadinya malah nangis. Merasa tidak berdaya, gak tau harus apa dan ujung-ujungnya nangis lagi (saran aku curahin semua yang kamu rasakan dalam bentuk tulisan, liat di highlights di instagram aku yang "sharing").

    Tapi kalau dipikirkan untuk apasih situasi itu bagi kita? kenapa sih gak datar-datar aja nih hidup? gak harus yang excited terus kok, yang penting gak menyakitkan aja gitu, adem aja. Kenapa ya? pernah kepikiran gak?.

    Setelah aku membaca beberapa jurnal, kalu dipikir-pikir sebenarnya mindset kita yang harus diubah. Selama ini mungkin kamu berpikir bahwa hal-hal yang tak diinginkan seperti bagian yang sulit dalam hidup, bagian buruk dalam episode kita atau merasa sial, itu merupakan bentuk dari hukuman atas apa yang telah kita lakukan. Saat merasakan kebahagiaan dan situasi yang kita inginkan, kita mungkin berpikir bahwa itu adalah pertanda apa yang telah kita lakukan sudah baik, hadiah dari Allah atau bahkan merasa bahwa itu adalah hal yang pantas kita dapatkan karena selama ini kita telah berbuat baik. Akibatnya kita akan menjadi sering mengeluh dan lebih merasa sedih bila dihadapkan pada keadaan yang tak diinginkan dan merasa sangat bahagia ketika dihadapkan terhadap keadaan yang kita inginkan.

    Padahal sebenarnya tidak selalu begitu dan jika kita memiliki pemikiran seperti itu adalah pemikiran yang fatal. Karena saat kita berada di muka bumi ini maka kita akan selalu diberi ujian, namun ujian tersebut bukan hanya berbentuk kesedihan, kekurangan harta, kelaparan atau ditinggal mati oleh orang yang kita sayangi. Kekayaan, masa kejayaan kita, kekuatan dan masih banyak lagi sebenarnya itu juga bisa menjadi sebuah ujian bagi kita. 

    Akibat dari banyaknya berbagai macam jenis ujian ini maka kita harus bersabar dan mencoba yang terbaik, karena yang kita pandang baik seperti masa atau hal yang kita inginkan itu juga bisa berupa ujian, dan apabila kita tidak dapat bersabar dalam hal ini ditakutkan akan menyebabkan kita menjadi jauh daripada Allah. Sehingga yang harus kita lakukan adalah bersikap tenang, qanaah, sabar terhadap keadaan yang tak diinginkan. 

    Dalam menyikapi sesuatu, sebaiknya kita harus mencoba untuk melihat dari kacamata yang berbeda. Karena yang kita senangi belum tentu baik untuk kita dan hal yang tak kita senangi belum pula tentu buruk untuk kita. Tentu saja masa-masa sulit kita itu akan mengarahkan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki kualitas yang lebih baik pula.

    Balik lagi ke kutipan sebelumnya, sejauh ini tentu kamu telah menghadapi berbagai macam permasalahan bukan? dan kamu tetap mampu untuk melaluinya? itu adalah awal yang baik, tetap semangat untuk menghadapi hal-hal yang tak kamu inginkan kedepannya. Ingatlah kamu berperan besar terhadap dirimu dan memiliki kontrol terhadap dirimu, tetap fokus terhadap tujuanmu saat ini bukan fokus pada hambatan ataupun rintangan.

    Ditutup dengan kalimat yang disampaikan oleh Enstein "In the middle of difficulty lies opportunity" bahwa di tengah-tengah kesulitan, ada peluang yang dapat kita temukan.



References:

https://jurnal.stain-madina.ac.id/index.php/alkauniyah/article/download/369/312/

Terimakasih sudah membaca tulisan ini!

My Sincere Love

Intanbinthohir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tak Memiliki Pilihan Adalah Privilage

Mumet terus? Padahal Ga Ada Masalah? Mungkin Ini Penyebabnya

Percaya Diri untuk Dirimu Sendiri