Cara Lain Mengenal Diri Sendiri
Cara Lain Mengenal Diri Sendiri
Sekitar 60 menit yang lalu, aku sedang membaca buku. Kebetulan aku merasa jenuh dan sedikit lelah membaca buku tersebut karena level bahasa inggrisnya diatas kemampuanku pada saat itu. Akhirnya aku mencoba mengambil buku dan menulis, sebelumnya aku berpikir 'kayanya boleh nih sambil direkam untuk dijadikan footage konten' tapi aku mikir lagi 'eh gak usah deh, aku lagi pengen sendiri aja dengan diriku sendiri dan mengenal lebih dekat diriku sendiri'. Tanpa direncanakan aku menulis judul di buku itu dengan judul "Mengenal Diriku Lebih Dekat". Aku menuliskannya dengan poin 1, 2, 3 dan seterusnya. Poin pertama yang aku tulis adalah....
1. Tulisanku jelek, tapi aku sangat mudah untuk menulis sesuatu.
Dalam konteks tersebut aku merasa tulisan tanganku jelek, tapi kalau disuruh menulis aku bisa menyelesaikannya dengan waktu cepat. Kemudian aku teringat, 'oh iya ya dari SD aku tuh suka banget nulis panjang-panjang di Facebook, menyampaikan pendapat di kolom komentar, bahkan beberapa kali membuat halaman di Facebook yang isinya pure tulisanku'.
Terus 5 menit sebelum saat aku menulis tulisan ini, aku kepikiran 'kalau aja aku mengenal diriku dari dulu, pasti sudah banyak sekali tulisan yang aku tulis'. Karena aku merasa ini adalah hal yang harus aku ketahui lebih awal dan sayang sekali jika dilewatkan, aku memutuskan untuk membuat tulisan ini supaya yang membaca juga mendapatkan poin yang ingin aku sampaikan dan harapannya ada sedikit banyak mendapatkan manfaat dari yang akan aku sampaikan.
Jadi gini, mungkin kamu sering membaca, mendengar atau bahkan disuruh untuk mengambil waktu yang akan digunakan untuk mengenali diri sendiri lebih dalam. Atau kalau kamu belum pernah melakukannya, sekarang sudah saatnya kamu melakukannya.
Seringkali yang diajarkan kita diminta untuk membuat list kelebihan, kekurangan, kesukaan, hal yang mampu kita kuasai dan lainnya. Aku juga pernah melakukan ini, tapi jujur aku merasa agak kesulitan untuk mengetahuinya, seperti apa ya kelebihan aku, apa ya kekuranganku, aku nih bisanya apa ya. Kalau diminta langsung list per-poin seperti itu aku agak kesulitan untuk mengenali diriku. Kalau kamu gimana? kalau merasa sama, aku pengen sharing gimana kamu menjadi lebih paham dan mengerti diri sendiri. Cara membuat list nya itu bukan per-poin kayak gini:
Kelebihan:
1. Public speaking
2. Cepat dalam memahami sesuatu
3. Bisa nari
Kekurangan:
1. Suka lupa
2. Kurang Teliti.
Tapi sebaiknya kamu ubah jadi cerita atau kalimat sesuai dengan isi hati kamu, misalnya gini:
1. Aku orangnya cepat marah dan sering masuk hati, tapi aku mudah memaafkan.
2. Aku masih suka teringat hal sedih yang aku alami di masa lalu.
3. Aku suka menganalisis menggunakan komputer dibandingkan tulis tangan.
4. Aku suka bahasa inggris kalau mood ku lagi baik.
5. Aku takut untuk menjalin hubungan dengan lelaki karena aku memiliki trauma takut ditinggalkan.
6. Kalau aku stress aku lebih suka nulis, karena nulis buat aku lebih merasa tenang.
Jadi kamu list apa aja tentang dirimu, random, sebanyak mungkin, kalau bisa dan kalau lagi ada waktu sampai kamu bingung mau nulis apa tentang dirimu. Dari hasil cerita per-poin kamu mengenai diri sendiri baru deh setelah itu kamu kelompokkan lagi menjadi lebih umum, misalnya kekurangan : mudah marah, kelebihan: mengoperasikan komputer, kepandaian: bahasa inggris, emosi: masih sulit mengendalikan emosi, hal-hal yang membuat sedih: teringat masa lalu, pereda stres : menulis, dan seterusnya. Nanti kalau kamu semakin banyak menulis tentang dirimu, kamu akan semakin memilki pengklasifikasian.
Setelah selesai mengklasifikasikannya (mengelompokkan), kamu dapat membuat hubungan dan menentukan solusi. Misalnya karena kamu suka bahasa inggris kalau mood kamu lagi baik, maka kamu sebaiknya menjaga moodmu jika kamu ingin meningkatkan bahasa inggrismu. Caranya menghindari hal-hal yang membuat kamu sedih seperti mengingat masa lalu, atau kalau moodnya lagi jelek kamu bisa menyalurkannya melalui menulis karena kamu merasa tenang saat menulis. Kalau udah merasa tenang, baru deh kamu belajar bahasa inggris.
Ini tuh keliatannya simple, tapi semakin kamu mengenali dirimu, semakin kamu tau dimana lukamu, semakin kamu tau dimana potensimu, semakin kamu paham tujuan hidupmu, semakin kamu akan bersyukur, semakin kamu akan mencoba menjadi versi terbaik pada dirimu. Karena kita seringkali memiliki berbagai macam pernyataan, pertanyaan dan banyak sekali informasi dalam otak kita yang diibaratkan dengan benang kusut, paling tidak kita mencoba untuk membuatnya lebih jelas dengan mengenali diri sendiri.
Mungkin setelah kamu mengenali dirimu sendiri, kamu akan merasa sedikit bersalah dan banyak bersyukur. Aku pribadi sangat ingin meminta maaf kepada diri sendiri atas egoku yang selalu mengutamakan istirahat sebelum lelah, kalahnya dalam melawan hawa nafsu, tidak dapat mengatur waktu dan lainnya. Tapi setidaknya saat ini aku sedang mencoba untuk menjadi lebih baik dari diriku sebelumnya, belajar menjadi lebih bersyukur dan memahami bahwa aku sangat berharga dan bisa bermanfaat untuk orang lain.
Begitu juga kamu kan? aku juga percaya kamu mungkin memiliki berbagai macam penyesalan dalam hidup, entah kamu yang menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat, marah atas kegagalan tanpa belajar apa yang harus diperbaiki, air mata yang tak terbendung dan masih banyak lagi. Tapi aku, kamu dan kita semua harus terus hidup dan bagaimanapun kita ingin menyerah pada kehidupan, kehidupan tak akan pernah menyerah pada kita. Sehingga kita tetap harus berjuang dengan memaksimalkan potensi yang ada pada diri salah satunya dengan awal mengenali diri sendiri, jangan sampai kita sibuk dengan urusan orang lain tapi saat ditanya mengenai kekurangan dan kelebihan diri sendiri saja kita masih bingung.
Ada peribahasa, kalau tak kenal maka tak sayang. Pertanyaannya gimana kita mau sayang dengan diri sendiri kalau kenal saja tidak?. Karena kata Aristoteles "Mengenal diri sendiri adalah awal dari semua kebijaksanaan". Selain itu dengan mengenali diri sendiri kamu akan lebih memiliki pendirian dan tidak selalu meminta pengakuan oleh orang lain. Boleh saja jika kita bertanya mengenai bagaimana pendapat orang lain terhadap diri kita (menggunakan teori Johari Window), namun jika kita menyandarkan itu semua pada pendapat orang lain, maka kita akan menjadi bingung dan tak memiliki pendirian. Karena "Dunia ini berisik dan penuh dengan pendapat orang lain, tetapi yang paling penting adalah pendapat kamu sendiri terhadap dirimu".
Terimakasih sudah membaca tulisan ini <3
My sincere love
Komentar
Posting Komentar