Untuk Kamu yang Sedang Ragu Pada Dirimu Sendiri
Untuk Kamu yang Sedang Ragu Pada Dirimu Sendiri
Saat kita memulai hal yang baru apalagi saat ini sudah mendekati bonus demografi, semuanya terasa lebih susah. Saingan semakin banyak, satu mencoba ini semua mencoba ini. Kadangkala aku sempat terpikir "bisa gak ya?", dibandingkan dengan orang yang sudah memulai lebih lama, sudah memiliki ini dan itu. Apalagi sudah memiliki kepercayaan di masyarakat.
Dulu aku pernah mencoba buat konten tahun 2019 dan aku gak bisa konsisten hingga pada akhirnya aku tidak berkembang. Sekarang aku coba lagi, karena aku merasa itu bener-bener passion aku yang dimana mau hari apapun jam berapapun aku ngerjainnya aku ngerasa bahagia. Tapi tiba-tiba aku merasa saat melihat TikTok, Instagram dan sosmed lainnya tuh kayak banyak banget ya orang yang lagi meniti karir di jalan yang sama. Terus kadang mikirnya gini, kayanya aku bakalan susah deh untuk maju karena aku belum ada kepercayaan dari masyarakat dan bakalan ketutupan sama personal branding yang sudah besar.
Saat mau mulai usaha juga begitu. Aku kepikiran bisa gak ya maju, dulu aku pengen jual kerudung. Aku pikir, aku kan baru aja mau merintis, pasti orang lebih suka beli yang langsung ada dong. Atau kalau mau jual online pasti ketutupan sama brand yang udah besar dan memiliki harga yang lebih murah.
Tapi ternyata tanpa aku sadari. Selama ini aku telah meragukan diriku sendiri dan bahkan meragukan Allah sebagai pemberi rezeki. Coba pikir deh, kalau sekarang aku mundur dan masih banyak lagi orang yang berjuang di jalan yang sama apakah mereka yang tidak mundur itu tidak akan mendapatkan rezeki?
Allah sangat pandai mengaturnya tanpa harus kita pikirkan bagaimana caranya.
Dengan bersikap seperti itu aku seolah-olah mengambil alih hal yang dimana itu bukan tugas ku. Jadi wajar saja aku kewalahan dan merasa stress. Padahal tugasku hanyalah berusaha, berdoa dan berserah. Aku membuat diriku kewalahan dan bersedih karena sibuk melakukan hal yang bukan tugasku.
Berhenti untuk ragu terhadap dirimu. Bukankah semut yang kecil pun tetap Allah beri rezeki? Bukankah seekor Serigala tak akan mengambil rezeki Singa. Apakah mereka diberi kelebihan untuk berpikir? Tentu tidak. Namun mengapa kita yang diberi kelebihan untuk berpikir malah digunakan untuk memikirkan hal-hal yang membuat kita semakin jauh daripada Allah.
Terkadang, bukan usaha kita yang kurang, bukan pula kehebatan kita yang kurang, tapi kepantasan. Mental kita belum pantas untuk itu, keberanian kita belum pantas untuk itu, kepercayaan kita belum pantas untuk itu. Sehingga untuk menggapai apa yang kita inginkan pun kita juga harus memantaskan diri.
Kita juga harus ingat, ada hal yang dapat kita atur dan ada pula hal yang tak dapat kita atur. Hal-hal yang dapat kita atur adalah usaha kita, tindakan kita, kedisiplinan kita dan semua yang berasal dari diri sendiri. Sedangkan hasilnya akan memperlihatkan hasil yang baik atau tidak itu diluar kendali kita. Berhentilah untuk menekan diri kita sendiri dengan hal-hal seperti ini.
Bisa jadi, ini juga sebagai pengingat untuk kita. Andaikan suatu hari kita dapat mencapai apa yang kita inginkan saat ini, sebenarnya itu bukanlah semata-mata karena usaha yang telah kita lakukan tapi karena Allah telah mengizinkan itu semua.
Ingatlah tak ada sesuatu yang mudah, namun tak ada pula sesuatu yang mustahil.
Jika aku atau kamu masih ragu dengan diri sendiri, bagaimana mimpi itu akan menjadi kenyataan pada orang yang tak percaya pada dirinya sendiri. Tapi, ketika kita percaya pada diri kita sendiri, maka kita tak perlu siapapun untuk meyakinkan bahwa kita bisa.
Bisa jadi keraguan itu bukan datang karena kamu yang tak mampu, tapi bisa jadi datang disaat kamu sedang sangat lelah. Karena rasa lelah itu membuatmu merasa tak berdaya untuk melanjutkan perjuangan ini. Jadi yang harus kamu lakukan saat ini adalah beristirahat sebentar, nikmati harimu dan take small step, karena tidak semuanya harus selesai pada saat ini.
My Sincere Love
Komentar
Posting Komentar