Tidak Cantik, Apakah Tidak Apa-Apa?
Tidak Cantik, Apakah Tidak Apa-Apa?
Sekeras apapun orang lain berusaha untuk merubahmu, sebanyak apapun kamu menonton film motivasi, yang menentukan apakah kamu akan berubah itu tetaplah dirimu sendiri. Jadi sebelum kamu membaca ini, sebanyak apapun kamu membaca, jika kamu mau berubah semuanya ada ditanganmu, bukan orang lain. Sebelum memulai tulisan ini aku ingin bercerita singkat mengenai diriku..
Dulu kalau ada yang bilang aku cantik, aku tidak tersipu malu, tidak bahagia dan aku merasa orang ini cuma mengejek atau pura-pura memujiku. Alasannya, karena dari dulu aku selalu dibilang hitam, pori-pori sekecil apapun di muka aku selalu diberi komentar, pertambahan lemak di badanku juga selalu di komentar dan masih banyak lagi dari fisikku yang selalu di komentar. Kalau aku bilang ke temanku, mereka gak percaya, bahkan mereka sempat berpikir bahwa aku sengaja bertingkah seperti itu 'seperti' pick me.
Dulu kalau aku melihat orang baru, yang selalu aku pikirkan, penasaran dan bandingkan adalah muka dan fisiknya. Aku merasa tidak berharga karena merasa tidak cantik. Bahkan mau ada 10 temanku yang meyakinkan aku itu cantik aku merasa bahwa mereka hanya berpura-pura mengatakan itu.
Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? ya sumbernya adalah orang terdekatku. Apakah aku ingin mengatakan orang terdekatku itu buruk ? Big no. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa sebercanda atau sekecil apapun bagi kamu hal tersebut, tapi kalau berasal dari orang terdekat itu nyesek banget dan akibatnya akan sangat sulit untuk meyakinkan diri kita sendiri kalau kita ini pantas dan berharga.
Bahkan aku pernah mencoba krim abal-abal demi mendapatkan kulit putih dan mulus. Aku selalu menggunakan bedak walaupun masih tertempel bedak itu di wajahku, karena aku sangat takut terlihat buruk dan tak ada yang bisa menerima apa adanya diriku. Ini terlihat sederhana dan mungkin akan dianggap baperan, padahal jika seseorang sudah terbiasa mendapatkan perilaku seperti itu apalagi sejak masa pertumbuhannya ia akan kehilangan kepercayaan dirinya.
Titik bagaimana aku bisa merubah pola pikir ku adalah melihat berbagai macam konten yang selalu beri semangat, dengerin cerita orang lain yang buat aku ngerasa bahwa aku gak sendiri dan big thanks for all my friends yang selalu meyakinkan aku bahwa aku itu berharga, dan begitu pula kamu yang membaca ini kamu juga sangat berharga.
Tentu saja merasa rendah diri ini bukan hanya karena sering dihina secara fisik namun juga ada faktor lainnya. Seperti yang dikatakan oleh dalam psikologi Alfred Adler bahwa semua orang itu memiliki rasa inferiority atau rendah diri. Namun, kehilangan kepercayaan diri akibat dari omongan orang lain juga sangat mempengaruhi diri kita, saat ini jika kita ingin melihat dari sebuah drama, judulnya adalah Mask Girl.
Ada sebuah cerita di pulau Solomon. Di pulau itu jika ada pohon besar, keras dan sulit untuk di tebang mereka akan memakinya setiap hari. Mereka akan menghina pohon tersebut, entah pohon tidak berguna, pohon jelek, pohon yang hancur atau pohon yang menganggu. Ajaibnya pohon-pohon tersebut mati dengan sendirinya sehingga tak perlu ditebang. Pelajarannya adalah berhentilah untuk mengatai makhluk hidup, jika pohon saja bisa mati bagaimana dengan manusia.
Mungkin secara fisik manusia itu tidak mati, tapi dengan berbagai hinaan yang dilemparkan akan membuat jiwanya mati. Jiwa yang mati, sangat menyedihkan.
Tapi apa yang membedakan kita dengan pohon-pohon itu? kita memiliki akal, kita bisa memilah dan memilih omongan apa yang dapat kita saring. Apakah kita mau jika jiwa kita mati hanya karena omongan orang lain?. Oleh karena itu apabila omongan orang lain itu tidak dapat kita kendalikan, maka kitalah yang harus mengendalikan pikiran dan tindakan kita.
Akan ada orang yang terus menghina, tidak menyukai dan mungkin merasa benci terhadap kita. Tapi, kita sebenarnya tidak memiliki kendali atas itu, kita harus belajar untuk tidak mengambil hal-hal tersebut untuk diletakkan di dalam diri kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah menyiapkan diri kita sendiri untuk menghadapi kerasnya dunia ini.
Kamu itu cantik tanpa harus ada yang mengatakan kamu cantik. kamu hebat tanpa harus ada yang mengatakan bahwa kamu itu hebat. Karena yang mengetahui diri kamu sendiri itu adalah diri kamu. Jangan membuat batasan ataupun standar yang dimana kebahagiaan itu hanya bisa dilihat dari kecantikan karena hakikatnya orang yang cantik pun juga memiliki cerita sedihnya masing-masing.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa kecantikan juga merupakan salah satu faktor kemudahan seseorang maupun privilege. Tapi berhentilah untuk fokus terhadap hal-hal seperti itu. Orang itu jatuh cinta bukan hanya karena cantik, bisa jadi karena sering bertemu, karena perangai yang menyenangkan dan masih banyak lagi, karena begitulah luasnya dunia.
Dan berhentilah untuk menilai seberapa pantas dan berharga dirimu hanya dengan menghitung berapa banyak laki-laki yang berani mendekatimu. Karena kepantasan dan keberhargaanmu itu tidak didefinisikan berdasarkan jumlah laki-laki, tapi berdasarkan dirimu sendiri. Biarlah tak ada orang yang berdiri untuk memujimu, biarlah tak ada orang yang berusaha memenangkanmu karena kecantikanmu, karena kamu yang akan berdiri untuk dirimu sendiri, semua orang seperti itu. Hanya saja proses pendewasaan, kebahagian dan kekecewaan orang itu memiliki waktu yang berbeda-beda.
My Sincere Love
Komentar
Posting Komentar