Denger Lagu Galau Jadi Sedih
Denger Lagu Galau Jadi Sedih
Hari ini menyinggung tentang cinta sedikit.
Boleh ya?Aku abis denger lagu Raisa, jika wangi mu saja bisa mengalihkan duniaku.
Maka cintamu pasti bisa. Mengubah jalan hidupku.
Terus aku tuh tiba-tiba sedih aja denger lagunya. Kaya tau gak rasa yang sedih, galau gak karuan pas denger lagu galau tapi gak tau galauin siapa.
Terus pas bagian Cukup sekali saja aku pernah merasa. Betapa menyiksa kehilanganmu.
Kok rasanya nyesek banget ya. Ngerasa kaya kehilangan cintaku gitu , tapi gak tau siapa. Hmm maklum jomblo.
Tapi saat aku coba pikir-pikir...
Bukankah ga ada asap kalau gak ada api? Masa disenggol dikit aku langsung nangis? Ibarat air yang udah penuh banget, terus aku bawa kemana gitu, goyang dikit aja nih langsung tumpah.
Aku kepikiran. Ohiya ya, selama ini emang aku buat konten positif, selama ini emang tentang self development dan aku sadar serta paham tentang apa yang aku sampaikan. Tapi ternyata kalau dilihat kebelakang, aku terlalu sibuk dan memaksakan buat konten harus segini, sampe aku ga ada waktu istirahat. Sampe temen-temen aku ngobrol, aku sibuk sendiri, ngedit.
Kepikiran oh iya ya kayanya aku selalu validasi dan belajar untuk memahami orang lain. Tapi kok aku jarang untuk validasi emosi aku sendiri. Saat aku ngerasa lelah, aku mikirnya "ih jangan istirahat dulu, masih banyak yang belum dikerjain", "kalau gagal lagi gimana? Ini kan aku baru mulai lagi...".
Back to love. Kalau dipikir-pikir juga nih, aku juga perlu sih seseorang yang bisa validasi emosi aku. Perlu juga sih seseorang yang bisa nemenin kemana-mana. Tapi kenapa ya selama ini aku selalu Denial mengenai itu?. Iyasih ini salah satu preventif aku untuk mendekati pacaran. Tapi lagi-lagi itu mengubur emosiku, yang selalu aku alihkan dan tak pernah aku validasi. Aku terlalu sibuk untuk memvalidasi orang lain. Aku terlalu sibuk untuk memastikan sepanjang malam apakah kata-kata ku menyakiti orang lain? Apakah orang lain senang berada di dekat ku?.....
Maafkan aku diriku. Kita mulai lagi ya. Mulai dari awal. Maafkan aku yang selalu ingin memenuhi ekspektasi orang lain, tapi melupakan apakah dirimu kuat atau tidak. Maafkan aku yang selalu ingin mengolah emosi ku, tapi lupa bahwa emosi ini juga tanda bahwa kamu sedang tidak baik-baik saja.
Untuk siapapun yang membaca ini. Jangan lupa membahagiakan diri sendiri. Orang lain bahagia karena kita memang hal yang menyenangkan. Tapi jangan sampai diri kita bagai air yang penuh dan tak boleh disentuh sedikitpun. Selamat malam, selamat untuk mulai lagi...
Bacaan yang kamu baca kali ini adalah teks dari episode podcast Mulai Lagi loh!
Dengerin Podcastnya disini!
Mutualan sama orangnya disini!
My Sincere Love
Intanbinthohir
Komentar
Posting Komentar